Proses Penangkapan Pengedar Sabtu di Bangka Barat
Bangka Barat — Ketenangan warga di Kecamatan Tempilang kembali terusik. Ibarat memutus rantai yang tak kunjung habis, aparat kepolisian kembali berhasil mengendus pergerakan gelap peredaran narkotika jenis sabu yang kian meresahkan masyarakat setempat.
Aksi kejar-kejaran waktu dan pengintaian senyap berakhir dramatis saat tim gabungan menyergap seorang pria yang diduga kuat sebagai pengedar lintas wilayah. Pelaku yang semula mengira aksinya terselubung rapi di balik rimbunnya perkebunan dan gang-gang sempit, hanya bisa tertunduk lesu saat tangan dingin petugas memborgol pergelangannya.
Kronologi awal bermula dari laporan warga yang mulai gerah dengan aktivitas mencurigakan di salah satu titik yang sering dijadikan tempat transaksi, polisi segera bergerak melakukan. Hasilnya tak sia-sia. Dalam penggeledahan yang disaksikan warga setempat, petugas menemukan sejumlah paket klip bening berisi kristal putih mematikan yang siap edar.
“Kami tidak akan memberi ruang bagi perusak generasi bangsa. Penangkapan ini adalah bukti bahwa laporan sekecil apa pun dari masyarakat akan kami tindak lanjuti demi menjaga Tempilang tetap kondusif,” ujar salah satu personil di lapangan.
Tim Bulet Bulu dari Unit Reskrim dan Intelkam Polsek Tempilang kembali menunjukkan taringnya. Seorang pria berinisial B (38) berhasil diamankan saat berada di wilayah Kecamatan Tempilang.
Penangkapan terjadi di Jalan Desa Penyampak. Tanpa banyak drama, pelaku langsung diringkus saat berada di lokasi.
Dari tangan B, polisi mengamankan narkoba jenis sabu dengan berat 5,48 gram. Selain itu, barang bukti lain juga ikut diamankan, termasuk satu unit motor yang sudah dimodif bergaya tril.
Aksi ini jadi bukti kalau aparat di Tempilang nggak tinggal diam soal peredaran narkoba. Perburuan masih terus berlanjut, dan bukan nggak mungkin ada pengembangan kasus ke jaringan lain.
Penangkapan ini sontak menjadi buah bibir. Sebagian warga mengaku lega, namun tak sedikit yang merasa khawatir akan jangkauan peredaran narkoba yang mulai merambah ke pelosok desa.
“Kami ingin lingkungan kami bersih. Kasihan anak-anak muda kalau barang haram ini dibiarkan bebas,” ungkap salah satu warga yang menyaksikan proses evakuasi pelaku ke mobil polisi.
Kini, pelaku beserta barang bukti telah diamankan ke Mapolres guna pengembangan lebih lanjut. Polisi tengah mendalami apakah ada jaringan besar yang mengendalikan pasokan “serbuk setan” ini ke wilayah Tempilang dan sekitarnya.
Hingga berita ini diturunkan, pengamanan di pintu-pintu masuk wilayah pesisir dan jalur darat terus diperketat guna mengantisipasi masuknya gelombang baru barang haram tersebut.
Terjadinya berbagai bentuk tindak pidana seperti ini, kepolisian harus lebih ketat bergerak dan memantau aktivitas malam hari para pemuda. Beberapa masyarakat dibeberapa daerah seperti di Pangkalpinang juga pernah mencurigai dibeberapa lokasi seringkali dicurigai sebab melihat anak muda ditepi jalan menunjukkan gerak gerik mencurigai. Hendaknya seperti orang menyembunyikan sesuatu ditanah tepi jalan raya yang sepi.
