Pelaksanaan GENCAR Bersama Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) serta Dinas Sosial dan Pemerintahan Desa (Dinsos dan PMD), sejumlah warga
PANGKALPINANG – Program Gerakan Nanem Cabe Rakyat (GENCAR) yang digagas Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, mulai menunjukkan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan ekonomi masyarakat. Melalui pemanfaatan pekarangan rumah sebagai sumber produksi pangan, program ini tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga menjadi bagian dari strategi memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
Sejak diluncurkan, GENCAR telah menyalurkan 100 ribu bibit cabai kepada masyarakat Kota Pangkalpinang dan 10 ribu bibit kepada warga Kabupaten Bangka. Program tersebut akan terus diperluas ke seluruh wilayah Bangka Belitung sebagai upaya membangun ekonomi berbasis keluarga dan masyarakat.
Gubernur Hidayat Arsani menegaskan bahwa pembangunan ekonomi daerah tidak hanya bertumpu pada investasi besar, tetapi juga harus dimulai dari penguatan ekonomi rumah tangga.
“Ketika masyarakat mampu memenuhi sebagian kebutuhan pangannya sendiri, maka daya beli dapat terjaga dan beban pengeluaran keluarga berkurang. Inilah fondasi ekonomi rakyat yang ingin kita bangun,” ujarnya.
Menurutnya, cabai merupakan salah satu komoditas yang sering memengaruhi laju inflasi daerah. Oleh karena itu, peningkatan produksi cabai melalui pekarangan rumah tangga menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) bersama Dinas Sosial dan PMD menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Dalam waktu sekitar satu bulan setelah program berjalan, sejumlah warga telah berhasil melakukan panen hingga beberapa kali.
Selain mengurangi pengeluaran rumah tangga, hasil panen juga berpotensi memberikan nilai ekonomi tambahan bagi keluarga. Jika produksi terus meningkat, masyarakat dapat menjual hasil panennya kepada lingkungan sekitar maupun pasar lokal sehingga menciptakan sumber pendapatan baru.
Warga Kelurahan Sinar Bulan, Olmoz Osmoza, mengaku program tersebut memberikan manfaat langsung terhadap kondisi ekonomi keluarganya.
“Cabai merupakan kebutuhan yang hampir setiap hari digunakan. Dengan menanam sendiri, pengeluaran bisa lebih hemat. Bahkan jika hasil panen melimpah, bisa dibagikan atau dijual kembali,” ujarnya.
Manfaat serupa juga dirasakan Desi Novalia. Menurutnya, program GENCAR menjadi contoh pembangunan yang menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
“Program seperti ini sangat membantu keluarga. Selain menghemat pengeluaran, kami juga mendapatkan pengetahuan baru tentang cara bercocok tanam yang baik,” katanya.
Koordinator Program GENCAR, Budi Utama, menjelaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada partisipasi masyarakat dalam merawat tanaman. Oleh karena itu, pendampingan terus dilakukan agar produktivitas tanaman dapat meningkat dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala DPKP Provinsi Bangka Belitung, Kurniawan, menilai GENCAR merupakan salah satu bentuk pembangunan ekonomi berbasis masyarakat yang memiliki dampak jangka panjang.
“Program ini bukan sekadar membagikan bibit cabai. Yang dibangun adalah budaya produktif di tengah masyarakat, budaya memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan dan sumber ekonomi keluarga,” jelasnya.
Ia optimistis jika gerakan ini terus berkembang, maka akan terbentuk ekosistem pangan lokal yang lebih kuat, mampu menekan inflasi, menjaga daya beli masyarakat, dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Melalui GENCAR, Pemerintah Provinsi Bangka Belitung berharap lahir gerakan ekonomi kerakyatan yang dimulai dari lingkungan rumah tangga. Dengan meningkatnya kemandirian pangan dan produktivitas masyarakat, program ini diharapkan menjadi salah satu pilar penting dalam mewujudkan pembangunan ekonomi daerah yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.
