Petani Harapkan Harga Sawit Normal diharga Hampir Rp. 3.000
Kabar baik mulai dirasakan para petani kelapa sawit di Kabupaten Bangka Selatan. Setelah beberapa waktu mengalami penurunan harga yang cukup tajam hingga membuat banyak petani mengeluh, harga tandan buah segar (TBS) sawit kini menunjukkan tren kenaikan hampir 7 persen. Kenaikan tersebut memberikan sedikit ruang napas bagi para petani yang selama beberapa bulan terakhir harus menghadapi kondisi ekonomi yang semakin berat akibat anjloknya harga jual hasil panen.
Meski demikian, para petani menilai kenaikan saat ini belum sepenuhnya mengembalikan kondisi seperti sebelumnya. Sebab, harga sawit di tingkat petani masih berada di kisaran Rp 1.750 per kilogram, jauh di bawah harga normal yang pernah dinikmati petani beberapa bulan lalu, yakni sekitar Rp 2.500 hingga Rp 3.000 per kilogram.
Bagi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor perkebunan sawit, harga di kisaran Rp 2.500 hingga Rp 3.000 per kilogram dianggap lebih layak dan mampu menggerakkan perekonomian desa. Dengan harga tersebut, petani dapat menutupi biaya perawatan kebun, pupuk, kebutuhan pekerja, hingga kebutuhan rumah tangga sehari-hari.Kenaikan harga yang mulai terjadi saat ini menjadi harapan baru bagi ribuan petani sawit di Bangka Selatan. Mereka berharap tren positif tersebut terus berlanjut dan tidak hanya menjadi kenaikan sesaat. Para petani juga meminta perhatian pemerintah daerah, pemerintah provinsi, serta pihak terkait dalam tata niaga sawit agar stabilitas harga dapat terus dijaga.
Menurut sejumlah petani, harga sawit yang terlalu rendah tidak hanya berdampak pada penghasilan keluarga, tetapi juga berpotensi menurunkan produktivitas kebun karena petani kesulitan membeli pupuk dan melakukan perawatan tanaman secara optimal. Kondisi ini tentu dapat memengaruhi hasil produksi dalam jangka panjang.
Oleh karena itu, kenaikan harga yang mulai dirasakan saat ini diharapkan menjadi titik awal pemulihan sektor perkebunan sawit rakyat di Bangka Belitung, khususnya di Bangka Selatan. Harapan besar para petani sederhana namun penting: harga sawit kembali normal pada kisaran Rp 2.500 hingga Rp 3.000 per kilogram sehingga kesejahteraan petani dapat kembali terjaga dan roda ekonomi pedesaan kembali bergerak lebih kuat.
