Sheyra Novianti, Nandha Kharuniarany, Frety, Hibrizi Javier Fawwazir, M Harisan Dika, Zamir Vito Savero Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Perikanan, dan Kelautan Universitas Bangka Belitung
Penulis: Hibrizi Javier, Dkk (Kelompok Mata Kuliah Pembiayaan Agribisnis), Program Studi Agribisnis, Universitas Bangka Belitung
Bangka Tengah – Di tengah persaingan usaha yang semakin ketat dan tantangan biaya operasional yang terus meningkat, Toko Alam Hijau di Kampung Dul, Kecamatan Pangkalan Baru, Kabupaten Bangka Tengah, membuktikan bahwa usaha agribisnis dapat berkembang secara berkelanjutan dengan mengandalkan pengelolaan modal yang disiplin dan strategi usaha yang tepat.
Usaha tanaman hias yang didirikan oleh Himahuni pada tahun 2019 ini telah menjelma menjadi salah satu pelaku usaha agribisnis lokal yang mampu bertahan selama bertahun-tahun tanpa bergantung pada pinjaman perbankan maupun lembaga keuangan lainnya. Dengan modal awal sebesar Rp300 juta yang seluruhnya berasal dari dana pribadi, Toko Alam Hijau terus memperluas usahanya melalui penjualan tanaman hias dan layanan jasa pembuatan taman.
Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya estetika lingkungan, baik di kawasan perumahan, perkantoran, maupun ruang publik, menjadi peluang yang dimanfaatkan secara optimal oleh Toko Alam Hijau. Permintaan terhadap tanaman hias yang terus tumbuh membuka ruang bagi usaha ini untuk berkembang sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.
Dalam menjalankan operasionalnya, modal awal digunakan untuk berbagai kebutuhan strategis seperti sewa lahan, pembersihan area usaha, pembangunan fasilitas, serta pengadaan berbagai jenis tanaman hias dari dalam maupun luar daerah. Strategi mendatangkan tanaman dari luar Bangka dilakukan guna memenuhi kebutuhan konsumen yang menginginkan variasi tanaman yang lebih beragam dan bernilai estetika tinggi.
Saat ini, Toko Alam Hijau mempekerjakan delapan karyawan yang memiliki pembagian tugas yang jelas, mulai dari perawatan taman, pemangkasan tanaman, penjualan, desain taman, hingga transportasi dan distribusi. Sistem kerja yang sederhana namun terorganisasi tersebut dinilai mampu menjaga kualitas produk sekaligus meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.
Salah satu keunggulan utama usaha ini adalah keputusan pemilik untuk menggunakan pembiayaan internal atau modal sendiri. Kebijakan tersebut memberikan fleksibilitas dalam pengambilan keputusan bisnis tanpa tekanan cicilan maupun bunga pinjaman. Keuntungan yang diperoleh dari usaha kemudian diputar kembali sebagai modal pengembangan, termasuk untuk menambah koleksi tanaman, memperbaiki fasilitas, serta meningkatkan kualitas layanan.
Meski demikian, perjalanan usaha tidak selalu berjalan mulus. Tantangan terbesar yang dihadapi Toko Alam Hijau adalah tingginya biaya pengadaan tanaman dari luar daerah, kenaikan biaya operasional akibat fluktuasi harga bahan bakar, serta semakin banyaknya pelaku usaha tanaman hias yang bermunculan di Bangka Tengah. Kondisi tersebut menuntut pelaku usaha untuk terus berinovasi agar mampu mempertahankan daya saing di pasar.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, Toko Alam Hijau menerapkan berbagai langkah efisiensi, termasuk memanfaatkan sumber daya yang ada secara maksimal dan membuat sendiri sejumlah fasilitas usaha guna menekan pengeluaran. Strategi ini terbukti membantu menjaga stabilitas keuangan usaha di tengah berbagai tekanan ekonomi.
Keberhasilan Toko Alam Hijau menunjukkan bahwa pengelolaan modal yang bijak, komitmen terhadap kualitas produk, serta kemampuan membaca kebutuhan pasar menjadi faktor penting dalam keberlangsungan usaha agribisnis. Selain berkontribusi terhadap perekonomian lokal melalui penyerapan tenaga kerja, usaha ini juga menjadi contoh bahwa UMKM mampu tumbuh secara mandiri dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki.
Ke depan, pengembangan sistem pencatatan keuangan berbasis digital, optimalisasi promosi melalui media sosial, serta akses terhadap program pembiayaan pemerintah seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dinilai dapat menjadi langkah strategis untuk mempercepat ekspansi usaha dan meningkatkan daya saing Toko Alam Hijau di pasar yang semakin kompetitif.
