Masa aksi protes keras pecah di lingkungan Universitas Bangka Belitung (UBB)
BANGKA,Ketegangan terjadi di lingkungan Universitas Bangka Belitung (UBB) pada Senin (13/04/2026) siang. Sejumlah pekerja proyek pembangunan terlihat meluapkan emosi setelah hak upah mereka belum juga dipenuhi.
Aksi tersebut dipicu oleh belum dibayarkannya upah pekerja, meskipun pekerjaan yang mereka lakukan telah selesai sepenuhnya dan bangunan bahkan sudah diresmikan. Nilai upah yang dipersoalkan pun cukup besar, yakni lebih dari Rp230 juta.
Para pekerja menjelaskan bahwa sejak awal telah disepakati pembayaran dilakukan setelah pekerjaan mencapai 100 persen. Namun, realisasi dari kesepakatan tersebut hingga kini belum terpenuhi oleh pihak kontraktor.
“Gedung sudah selesai, sudah diresmikan, tapi gaji kami belum dibayar. Ini bukan jumlah kecil, lebih dari 230 juta rupiah,” ujar salah satu perwakilan pekerja.
Dalam proyek ini, kontraktor pelaksana disebut adalah PT Hutama Buana Internusa yang dipimpin oleh Direktur Restulus Manurung, yang diduga bertanggung jawab atas keterlambatan pembayaran tersebut.
Suasana di lokasi sempat memanas dengan adanya perdebatan antara pekerja dan pihak terkait. Setelah melalui proses dialog yang cukup alot, akhirnya dicapai kesepakatan baru antara pihak kampus dan para pekerja.
Hasil kesepakatan tersebut menyebutkan bahwa pembayaran akan diselesaikan pada 13 Mei 2026. Namun demikian, para pekerja menilai waktu yang diberikan terlalu lama, mengingat kebutuhan hidup yang harus segera dipenuhi.
Merasa tidak mendapatkan kepastian, para pekerja kemudian menyampaikan ultimatum tegas:
“Kalau tidak dibayar, kami akan bongkar atap gedung ini sesuai nilai upah kami. Itu hak kami.”
Para pekerja juga menyampaikan bahwa mereka telah beberapa kali mencoba menghubungi pihak kontraktor, namun belum memperoleh kejelasan terkait pembayaran.
Peristiwa ini kini menjadi perhatian publik, khususnya terkait pemenuhan hak pekerja dalam proyek pembangunan yang telah diselesaikan.
