Bangka Selatan – Memasuki hari keenam, misteri hilangnya Doli di aliran Sungai Nyireh kian mendekati titik krusial. Tim SAR gabungan kini mengerahkan segala kekuatan, termasuk beralih ke teknologi mutakhir guna menembus pekatnya malam dan rapatnya vegetasi sungai yang dikenal memiliki tantangan medan yang berat.
Hingga malam ini, upaya pencarian tidak lagi hanya mengandalkan penyisiran visual manual. Kehadiran Drone Thermal menjadi tumpuan harapan baru. Teknologi pemindai suhu panas ini diterbangkan untuk mendeteksi keberadaan korban di area-area yang sulit dijangkau oleh perahu karet maupun tim darat, terutama saat jarak pandang mencapai titik nol.
Keberadaan Doli (38) yang diduga hilang akibat serangan buaya di Sungai Nyireh, Kecamatan Air Gegas, Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, masih belum terungkap.
Penggunaan drone dengan sensor panas ini bertujuan untuk memetakan anomali suhu di sepanjang bantaran sungai. Di tengah suhu malam yang dingin, keberadaan objek dengan suhu tubuh manusia akan terlihat kontras pada layar monitor operator, memberikan koordinat presisi bagi tim evakuasi di bawah.
“Pencarian malam hari memiliki risiko tinggi, namun dengan bantuan drone thermal, kita bisa menyisir area rawa dan semak belukar yang berbahaya bagi personil jika dimasuki secara manual,” ujar salah satu koordinator lapangan Tim SAR.
Tim SAR gabungan terus mengintensifkan upaya penyisiran, namun hingga kini hasilnya belum membuahkan titik terang. Area pencarian tetap difokuskan di sekitar lokasi kejadian serta perairan di sekitarnya, dengan berbagai strategi yang terus dimaksimalkan meski dihadapkan pada keterbatasan di lapangan.
Komandan Operasi SAR Gabungan, Afrian Nur Fajar, menyampaikan bahwa sejak pagi hari, tim yang terdiri dari personel Kantor SAR Pangkalpinang, Unit Siaga SAR Toboali, aparat kepolisian, TNI AD, serta dibantu warga dan nelayan setempat, telah bergerak melakukan pencarian secara menyeluruh.
Sungai Nyireh, yang dikenal dengan arus yang tidak menentu dan populasi satwa liar, memberikan tekanan tersendiri bagi para relawan dan petugas. Sejauh ini, tim telah memperluas radius pencarian hingga beberapa kilometer dari titik awal dilaporkannya korban hilang.
Pihak keluarga dan warga setempat tampak terus berjaga di sekitar posko pencarian, memanjatkan doa agar Doli segera ditemukan. Dukungan logistik dari masyarakat pun terus mengalir, menunjukkan solidaritas yang kuat di tengah duka yang menyelimuti wilayah tersebut.
Untuk meningkatkan efektivitas pencarian, tim juga mulai mengerahkan drone thermal pada malam hari guna mendeteksi tanda-tanda keberadaan korban di area yang sulit dijangkau secara manual. Upaya ini diharapkan dapat mempercepat proses pencarian di tengah kondisi medan yang menantang.
