Penulis : Falih Nasrullah H.S., M.Si
Bangka Selatan, Usulan Kebijakan Penyelamatan Nilai Tukar Petani (NTP) dan Optimalisasi Sektor Perkebunan Sawit di Bangka Selatan. Anomali pasar saat ini terjadi ketimpangan ekonomi (disparitas) yang tajam antara harga Tandan Buah Segar (TBS) di tingkat petani dengan harga Crude Palm Oil (CPO) dunia. Di saat harga CPO merangkak naik mendekati angka Rp15.000/kg, harga TBS di tingkat petani lokal Bangka Selatan seringkali tidak mencerminkan kenaikan tersebut. Hal ini mengindikasikan adanya hambatan di jalur distribusi, dominasi tengkulak, atau kurangnya pengawasan terhadap kepatuhan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) terhadap harga penetapan Dinas Pertanian Provinsi.
Rekomendasi Strategis untuk DPRD Bangka Selatan Sebagai fungsi pengawasan dan legislasi, DPRD perlu mengambil langkah taktis dengan Penguatan Pengawasan Harga dan Penegakan Regulasi. (Inspeksi Mendadak) Sidak ke PKS: DPRD melalui Komisi terkait harus memastikan PKS di Bangka Selatan mematuhi harga pembelian TBS sesuai ketetapan Pemerintah Provinsi. (Transparansi Harga) Mendorong Pemerintah Daerah untuk menyediakan dashboard harga harian yang dapat diakses petani secara real-time melalui platform digital atau papan pengumuman di desa-desa.
Pembentukan dan Penguatan Koperasi Petani (Kelembagaan) Masalah utama petani mandiri adalah posisi tawar yang lemah. DPRD harus mendorong (Program Kemitraan) untuk memastikan setiap PKS menjalankan kewajiban kemitraan dengan petani sekitar melalui wadah Koperasi. (Fasilitasi Sertifikasi RSPO/ISPO) Membantu petani mendapatkan sertifikasi agar kualitas buah diakui secara global, yang secara otomatis meningkatkan harga jual. (Inisiasi Hilirisasi Industri Skala Daerah) Jangan hanya mengandalkan penjualan buah mentah.
Strategi jangka menengahnya, (Pembangunan Pabrik Pengolahan CPO Skala Kecil/Menengah) DPRD dapat mendorong BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) untuk berinvestasi pada unit pengolahan limbah sawit atau minyak goreng curah untuk menstabilkan harga lokal. (Pemanfaatan Limbah) Mengembangkan industri turunan dari bungkil atau lidi sawit sebagai nilai tambah ekonomi masyarakat. (Perbaikan Infrastruktur Logistik) Akses Jalan Usaha Tani Mengalokasikan anggaran untuk perbaikan jalan di sentra perkebunan guna menekan biaya angkut yang selama ini menjadi beban petani. Langkah Aksi Segera (Short-term Action) Rapat Dengar Pendapat (RDP) Memanggil Dinas Pertanian, Perwakilan PKS, dan Asosiasi Petani Sawit untuk menyelaraskan data harga. (Pembentukan Satgas Pengawasan Sawit Daerah) Melibatkan unsur pemerintah, aparat hukum, dan perwakilan petani untuk memantau praktik monopoli atau permainan harga di tingkat pengepul (tengkulak).
Dampak Ekonomi untuk Daerah
Jika harga TBS stabil dan adil, daya beli masyarakat di Bangka Selatan akan meningkat secara signifikan. Hal ini tidak hanya menyejahterakan petani, tetapi juga akan berdampak langsung pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui perputaran ekonomi yang lebih sehat di sektor UMKM dan jasa lainnya. Saatnya Bangka Selatan tidak hanya menjadi penonton di tengah kenaikan harga CPO dunia, tetapi menjadi pemain yang cerdas dalam melindungi aset terbesarnya Para Petani.
